Syarat, Alat dan Bahan Untuk Proses Patri Alumunium Yang Baik dan Benar

0 Comments

Mematri merupakan proses penyambungan suatu logam seperti alumunium atau bahan yang berbeda. Proses yang juga disebut dengan istilah solder ini umumnya mencakup bahan berbasis timah dan dikombinasikan dengan perak, timbal, indium, bismut dan antimon.

Proses mematri dilakukan melalui proses pemanasan di mana bahan penyambung yang digunakan dipanaskan dibawah titik lebur bahan dasar yang akan disambung sehingga tidak melelehkan bahan dasar.

Proses patri umumnya ada di kisaran 470 derajat celcius hingga 1190 derajat celcius. Proses patri umumnya digunakan untuk mencegah adanya kebocoran pada sambungan lipat. Salah satu benda yang kerap menggunakan proses mematri untuk menyambungkan adalah jendela aluminium.

Pada proses patri sering terjadi adanya oksidasi atau menghilangnya beberapa bagian dari bahan dasar maupun bahan penyambung. Untuk mencegah dan meminimalisir proses oksidasi, biasanya menggunakan fluks atau bahan pembersih dan gas pelindung anti oksidasi.

Syarat-Syarat yang Harus Dipenuhi Saat mematri Alumunium

Proses mematri tentu bukanlah pekerjaan yang mudah, hanya bisa dilakukan oleh ahli atau dibawah pengawasan ahli. Untuk menghasilkan patrian alumunium yang berkualitas, tentunya ada beberapa syarat yang harus dipenuhi, antara lain:

  1. Alumunium yang digunakan haruslah alumunium murni. Jika alumuniumnya tidak murni atau kotor, bahan penyambung cair akan membentuk gelembung dan menghalangi ikatan patrian sehingga patrian tidak akan melekat kuat.
  2. Menggunakan fluks atau pelumer. Fluks akan berfungsi untuk melarutkan lapisan oksida yang pasti ada saat proses pematrian baik pada bahan dasar berupa alumunium maupun pada bahan penyambung cair. Fluks atau pelumer yang digunakan akan mengubah lapisan oksidatif menjadi terak cair. Selain itu fluks juga berperan untuk mencegah munculnya produksi baru lapisan oksidatif.
  3. Suhu yang digunakan harus tetap. Jika suhu tidak tetap bahan penyambung tidak akan bekerja dengan baik pada alumunium. Suhu tetap juga harus ada di suhu kerja di mana titik lebur bahan penyambung ada di bawah titik lebur alumunium atau bahan yang akan disambung.
    Jika suhu terlalu tinggi, bahan penyambung akan menguap, sedangkan jika suhu terlalu rendah bahan penyambung akan membentuk butiran bola-bola dan akan merembes. Acuan suhu kerja selain pada titik lebur yang lebih rendah dari alumunium juga dapat mengacu pada suhu di kisaran 470 derajat celcius hingga 1190 derajat celcius.
  4. Besar celah harus tetap. Besar celah harus tetap karena berpengaruh terhadap kekutan ikatan patri. Semakin leleh bahan penyambung, harus semakin sempit pula celah yang dipasang.

Alat dan Bahan Untuk Mematri Aluminium

Mematri alumnium seperti ingin menyambung kusen jendela aluminium memerlukan alat dan bahan yang lengkap agar hasilnya dapat berkualitas. Adapaun alat dan bahan yang digunakan antara lain:

1. Alat pembakar atau pemanas

Alat untuk membakar maupun memanaskan adalah alat pematri. Baut ini berfungsi untuk mencaikan bahan penyambung. alat pematri memiliki sumber panas yang berasal dari pembakaran arang maupun melalui listrik. Alat ini dibagi ke dalam tiga bagian yaitu tembaga untuk memanaskan, batang pemegang dan gagang.

2. Fluks atau pembersih

Bahan fluks ini berfungsi untuk meminimalisir dan mencegah munculnya lapisan oksidasi sekaligus berfungsi untuk memperkuat ikatan sambungan.

Baca juga: TRIK DEKORASI ANTI MAINSTREAM UNTUK KAMAR TIDUR LAIN DARI YANG LAIN

3. Bahan pematri atau penyambung

Bahan pematri atau penyambung terdiri dari dua jenis yaitu bahan pematri yang lunak dan bahan pematri yang keras. Bahan ini dipilih tergantung kebutuhan patrian.

4. Alat pelindung atau keselamatan

Saat mematri, dibutuhkan beberapa lat untuk melindungi pematri dari kejadian yang tidak diinginkan. Adapun alat yang umumnya digunakan adalah sarung tangan, kacamata patri, sepatu kerja, baju kerja patri, dan helm.